0

Bisakah Penderita Skoliosis Sembuh Tanpa Operasi?

Ada banyak penyakit yang bisa menyerang tulang belakang, salah satunya adalah skoliosis, di mana kondisi tulang belakang melengkung ke samping secara abnormal. Kelainan pada tulang belakang ini akan semakin memburuk jika tidak ditangani dengan tepat.. Jika seseorang mengidap skoliosis, sebaiknya bisa langsung berkonsultasi ke klinik terapi skoliosis untuk informasi lebih lengkap mengenai skoliosis dan penanganan yang tepat. Sebelumnya,pengidap skoliosis perlu melakukan pemeriksaan x-ray tulang punggung untuk melihat tingkat keparahan derajat skoliosisnya. Hasil pemeriksaan ini tersebut nantinya menjadi acuan untuk tindakan koreksi yang dilakukan untuk mengatasi kondisinya. Pada umumnya, penanganan skoliosis dilakukan secara bertahap dengan “3O”, yakni Obervasi, Orthosis, dan Operasi.

Obervasi biasanya dilakukan pada penderita skoliosis dengan sudut kemiringan 20 derajat pada tulang yang masih tumbuh, atau 50 derajat pada tulang yang sudah berhenti pertumbuhannya. Pada kondisi ini, biasanya tidak akan terjadi penambahan kemiringan pada tulang belakang, namun observasi tetap dilakukan untuk memastikan hal tersebut.

Sementara, penanganan secara Orthosis dilakukan dengan menggunakan alat bantuan berupa penyangga atau brace. Metode ini biasanya dilakukan pada kondisi skoliosis dengan sudut kemiringan sebesar 30-40 derajat, serta teradpat progresifitas peningkatan derajat sebanyak 25 derajat. Penggunanan brace ditujukan untuk mengoreksi sudut kemiringan skolisis. Selain menggunakan brace, biasanya pengidap skoliosis disarankan untuk rutin latihan dengan stretching. Hal ini didasari karena skoliosis terjadi karena ketidakseimbangan otot.

Sedangkan, untuk pengangan secara operasi, sebenarnya tidak semua kondisi skoliosis memerlukannya. Operasi biasanya menjadi opsi terakhir bila kondisi skoliosis memang sudah parah dan metode lainnya tidak bisa dilakukan.

Dirilis oleh laman Halodoc, terdapat beberapa indikasi di mana pengidap skoliosis harus melakukan tindakan operasi, di antaranya :

  • Pengidap skoliosis sudah melakukan perawatan dengan menggunakan brace, namun kondisi kurva kondisi tulang belakang meningkat.
  • Pengidap skoliosis yang telah menggunakan brace dan memiliki kemiringan tulang belakang lebih dari 50 derajat
  • Kurvatura skoliosis (derajat kemiringan tulang belakang) lebih dari 50 derajat, namun tidak ada gangguan postur tubuh.
  • Pengidap skoliosis yang tidak bisa menggunakan brace.
  • Nyeri berat yang dirasakan penderita skoliosis yang terjadi secara terus menerus
  • Unbalanced scoliosis atau skoliosis yang tidak seimbang
  • Terjandi gangguan psikologis karena skoliosis.

Selain itu 3 tindakan tadi, pengidap skoliosis juga disarankan untuk melakukan fisioterapi guna memperbaiki postur tubuhnya.

Agar pengidap skolisosis mendapatkan perawatan dan pengobatan apa yang harus dijalanin, sebaiknya langsung ke dokter untuk bertanya secara langsung. Semoga informasi ini membantu, ya!

 

karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *